Rabu, 30 Maret 2016

JIWA-JIWA YANG TERSESAT

JIWA-JIWA YANG TERSESAT
.
Karya Ivan Taniputera.
27 Maret 2016


.
Jiwa jiwa yang tersesat
Berbaris di ladang keputus-asaan
Hati membara api kebencian
Menebar teror dan kengerian
Memilih kematian ketimbang kehidupan
Memilih benci ketimbang cinta
Jiwa jiwa yang tersesat
Berbaris di ladang kegelapan
Yang juga ladang pembantaian
Bersimbah darah
Jeritan air mata korban sungguh menyayat
Langkah langkah menuju kehancuran
Dan juga penghancuran
Batin amarah benci penuh kegersangan
Kami hanya mampu berdoa
Jiwa-jiwa tersesat menemukan jalan terang
Ladang kematian menjadi ladang kehidupan
Neraka kebencian menjadi persemaian bunga cinta kasih
Mentari kasih sayang menerangi
Tiada lagi kehancuran dan penghancuran terjadi
Mata hati penuh cinta kasih itulah tujuan bersama
Bagaimana engkau dapat mengharap surga
Bila yang kau ciptakan adalah neraka?

Selasa, 09 Februari 2016

DER ZEEFAHRER

DER ZEEFAHRER

Ivan Taniputera.
10. Februar 2016

Der Zeefahrer
Kreuzt das grosse Meer
Nach Unbekanntheit
Mal stürmisch
Mal ruhig
Hinter ist die Vergangenheit
Vorne ist die Zukunft
Der Zeefahrer
Nur die Ruf der Seele
Folgen immers
Fische und Vögel und Zeewind
sind die Freunde nah
Sterne am Nacht
sind die ewige Wächter
Tag und Nacht
Segelt der Schiff
Bis an der Küste,
der gute Hoffnung

Sabtu, 06 Februari 2016

JOINING MY PALM TOGETHER

JOINING MY PALM TOGETHER

Ivan Taniputera.
6 Februari 2016

Joyous
Clasping our hand
Knitting the way
To shining heart
Journey begining
at the morning

Happy soul digging
Deepering
The calling
Pure dew in the morning
Butterflies're singing
Shimmering rock

Birds're rolling
to and fro
Welcoming dawn
Wonderful coolness
Look! the redish sky

Dancing trees
Comforting each other
In the middle of silence voice
Touch the innermost
Impercetible

Incessant kindness of
Mother nature
To thee I bow
Also to thee
I joining my palms joyfully

Kamis, 28 Januari 2016

HARI SENIN

HARI SENIN

Ivan Taniputera.
18 Januari 2016



Hari Senin harus tetap semangat
Ditingkah mentari hangat
Sambil menghirup teh manis
Dan mengudap kue lapis

Hari Senin tetap kerja rajin
Jangan malas nanti masuk angin
Tidak menggerutu tidak segan
Tapi melangkah maju dengan elegan

Siapa takut hari Senin
Kalau takut bisa miskin
Setiap hari berjalan hakiki
Adalah pembawa rejeki

Hari Senin jangan dibenci
Apalagi dimaki dan dicaci
Kalau tak ada Hari Senin
Bagaimana bisa ada hari lain?

Ada Minggu pasti ada Senin
Ada Senin pasti ada Minggu
Keduanya sama disuka batin
Keduanya mari kita tunggu-tunggu

Meski Senin tiba menjelang
Kita tetap bergembira riang
Menyingsing lengan dengan girang
Sambil hindari perilaku curang

Untuk para teman dan sahabatku selamat berhari Senin.

CORAT CORET DIGITAL

CORAT CORET DIGITAL


Ivan Taniputera.
27 Januari 2016 20:10


Layar komputer 
Adalah kanvasku
Bagai kereta komuter
Menarilah jari-jariku


Tetikus adalah kuasku
Memetik menu sesuai
Jadilah seperti luklsan bermutu
Gagasan mengalir pasti

Tiada perlu cat lagi
Ini era lukisan digital
Sangat mudah sangat permai
Teknologi sangatlah handal

Tinggal gerakkan tetikus
Ditemani ubi rebus
Jadilah sudah lukisan bagus
Tidak hanya bentuk kubus

Bentuk apapun pasti bisa
Asalkan jangan putus asa
Terus belajar jangan berhenti
Lukisan indah pasti jadi

Tampil bersinar gebyar
Di depan layar monitormu
Sungguh dilihat segar
Seperti habis minum jamu
Catatan:

Tetikus (Inggris: mouse) = salah satu perlengkapan komputer.

Rabu, 16 Desember 2015

PARA PENGEJAR MIMPI

PARA PENGEJAR MIMPI
.
Ivan Taniputera.
16 Desember 2015
.
Mimpi apa kau malam ini?
Mimpi apa kami malam ini?
Mimpi kan selalu kami kejar
Kehidupan penuh gebyar
.
Meski cuma mimpi
Tiada lain tiada bukan
Selain itu apa lagi sanggup kami?
Hanya mimpi yang teraih tangan
.
Mimpi adalah harapan
Harapan adalah kehidupan
Meski cuma sejengkal mimpi
Itulah harta pusaka kami
.
Mimpi membawa kami ke masa depan
Siapakah dapat melarang impian?
Menuju hadapan mulia bertujuan
Bermimpilah o tuan tuan
.
Bangunan bangunan menjulang awan
Kota megah tiada tertidur
Semua itulah hasil impian
Harapan mulia tiada kendur
.
Capaian besar humanisme nan agung
Tokoh-tokoh mulia umat manusia
Semuanya adalah pemimpi tiada urung
Para pengejar mimpi besar cita
.
Kawan, jangan berhenti bermimpi
Jangan harapanmu terhenti walau sehari
Meski malam belum menepi
Terbit mentari sudahlah pasti esok hari

LOBSTER BUAT KAMI

LOBSTER BUAT KAMI
.
Ivan Taniputera.

16 Desember 2015
.

Inilah kami si tuan-tuan petinggi mulia
Dari negeri antah berantah
Nun jauh di sana
Sudah pasti pundi-pundi kami harus berat
Dari mana isinya entahlah
Apa peduli kami?
Yang penting harus beranak pinak
Orang-orang mulia nan tinggi seperti kami
Makanku dan kawan-kawanku harus enak
Santap pagi siang malam harus berkelas
Ya makanku dan kawan-kawanku harus mewah
Pantang kami menyantap sarapan kelas bawah
Itu hanya buatmu
Kegemaran kami adalah lobster, lobster, dan lobster
Tak apa kau bilang kami monster
Sekali lagi apa peduli kami?
Yang penting kami makan lobster
Tiap hari kami mau makan lobster
Tapi jangan lupa kau yang bayar
Kau merasa marah
Kau merasa terhina
Mukamu merah?
Jantungmu berdebar?
Salahmu sendiri
Kenapa kau dulu pilih kami
Jadi para petinggimu