Lukisan
ini menggambarkan sebuah jembatan. Jembatan sangat berjasa dalam
menyatukan dua sisi yang berseberangan. Kita hendaknya juga turut
bertindak sebagai jembatan, yakni menyatukan dua pihak yang berseteru,
dan bukannya malah memperbesar perbedaan yang ada.
Kekuatan alam Siapakah dapat menahannya Terang kelam Itulah hukum semesta
.
Siapa menentangnya
Berbuat durjana
Di atas dunia
Sudah pasti kan celaka.
.
Di masa akhir ini
Pembalasan perbuatan
Pesat bagai api
Siapakah yang tahan?
.
Hari ini gali lubang
Tuk orang lain supaya runtuh
Tapi sungguh sayang
Esoknya dia sendiri yg jatuh
.
Pembalasan sungguh ngeri
Wahai kawan mawas diri
Waktunya tiba siapa bisa lari
Berbuatlah baik tak terperi.
Berikut
ini adalah hasil lukisan saya dengan menggunakan aplikasi Sketsa.
Aplikasi ini sangat bagus untuk menghasilkan karya-karya seni.
.
.
Lukisan ini menggambarkan suasana di sebuah kota, di mana banyak orang berlalu lalang.
Sabtu, 31 Desember 2016
RENUNGAN TAHUN BARU 2017
.
Ivan Taniputera.
1 Januari 2017
.
Rasanya
baru kemarin kita memasuki tahun 2016, kini tak terasa tahun tersebut
telah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Begitu detik pergantian tahun
tiba, maka kita mengucapkan selamat berpisah pada sahabat yang telah
menyertai kita selama setahun baik pada saat suka maupun duka, yakni tak
lain dan tak bukan adalah Tahun 2016. Tahun demi tahun yang terus
berlalu ini menyadarkan kita bahwa segala sesuatu tidak ada yang kekal.
Jika sudah saatnya berlalu pasti akan berlalu. Namun dengan berlalunya
yang lama, pasti akan hadir sesuatu yang baru. Apabila yang lama tidak
berlalu, maka yang baru tidak akan muncul. Jadi pergantian ini adalah
sesuatu yang alami. Tidak dapat kita cegah dan pasti akan terjadi.
.
Kesadaran
terhadap waktu yang terus berlalu ini hendaknya menyadarkan kita agar
senantiasa melalukan hal-hal bermanfaat. Mengingat bahwa waktu yang
telah berlalu tidak dapat dihadirkan kembali, adalah sangat disayangkan
jika kita menyia-nyiakannya. Lalu apakah hal bermanfaat itu? Tentu saja
masing-masing orang mempunyai pandangan berbeda mengenai apa yang
dianggapnya bermanfaat. Namun ada suatu pengertian universal mengenai
apa yang dianggap bermanfaat itu; yakni menaburkan sesuatu yang
sekiranya dapat memberikan kebahagiaan bagi sebanyak mungkin orang.
Bukan hanya sekelompok atau segolongan orang saja, melainkan seluruh
umat manusia secara luas. Sebelum melakukan sesuatu, kita hendaknya
berpikir apakah itu akan bermanfaat bagi semua orang tanpa terkecuali?
Apakah hal itu akan menciptakan dunia yang lebih baik? Demikianlah, kita
hendaknya berupaya memandang dunia ini agar terbebas dari sekat-sekat.
Terkadang kita hanya melakukan sesuatu demi menguntungkan diri sendiri.
Ini bukanlah tindakan bermanfaat yang universal. Jadi, pada tahun 2017
marilah kita memperluas wawasan kita. Marilah kita memanfaatkan waktu
yang sangat berharga ini demi menaburkan sebanyak mungkin manfaat
universal bagi seluruh umat manusia.
.
Tahun
2016 yang baru saja berlalu banyak dikotori oleh berbagai peperangan
dan permusuhan. Oleh karenanya, pada tahun yang baru ini kita perlu
memanjatkan doa agar dunia menjadi lebih damai dan bertambah baik. Jika
setiap orang tidak lagi mementingkan diri atau golongannya sendiri,
sudah tentu dunia ini akan menjadi damai. Kita harus dapat memikirkan
kepentingan yang lebih luas. Jangan sampai ada yang dikorbankan
kepentingannya.
.
Kita
akan merenungkan pula bahwa hakikat ketidak-kekalan itu sebenarnya
telah berada pada tataran atomik. Elektron pada kulit terluar yang mudah
berpindah-pindah mengakibatkan suatu zat berubah mengalami zat lainnya.
Bahkan atom Gas Mulia (golongan VIIIA pada sistim periodik unsur)
sekalipun juga dapat membentuk suatu senyawa; misalnya XeF6. Reaksi
kimia yang melibatkan pergerakan atau perpindahan elektron inilah yang
mengakibatkan perubahan kimia terus menerus terjadi, sehingga segala
sesuatu tidak ada yang kekal. Buah segar mengalami perubahan kimia,
sehingga menjadi busuk. Bunga juga mengalami perubahan kimia, sehingga
menjadi layu. Besi mengalami perkaratan karena terjadi perubahan kimia,
yakni akibat reaksi dengan Oksigen. Semua ini adalah sesuatu yang
alami.
.
Di
tahun yang akan datang kita perlu belajar lebih rajin meningkatkan
kemampuan dan pengetahuan kita, karena arus globalisasi akan terus
menerus mengejar kita. Jikalau kita tidak dapat menyesuaikan diri
dengannya, maka kita akan tertinggal dan kalah. Oleh karenanya, seiring
dengan tahun-tahun yang terus berlalu, maka kita harus terus belajar.
Pengetahuan itu tidak ada habisnya. Kita hendaknya menimba ilmu tanpa
henti. Pengetahuan kita dari tahun ke tahun hendaknya terus bertambah.
Janganlah pernah berhenti belajar jika masih ada kesempatan untuk itu.
.
Tahun-tahun
yang akan datang, tantangan akan semakin berat. Dengan demikian,
diperlukan kreatifitas kita. Tanpa kreatifitas kita akan dipecundangi
oleh berbagai tantangan tersebut. Oleh karenanya, tantangan bagi dunia
pendidikan adalah perlunya kesanggupan menciptakan generasi-generasi
muda yang kreatif. Dunia pendidikan perlu memberikan penghargaan pada
sosok-sosok siswa yang kreatif dan bukannya malah membelenggu
kreatifitas tersebut. Sudah saatnya kreatifitas menjadi tujuan utama
pendidikan, dan bukan hanya sekedar mengerjakan sesuatu dengan benar
berdasarkan cara-cara yang sudah ada. Pendidikan bukanlah sarana
mencetak robot-robot, melainkan sosok cerdas dan kreatif yang bermanfaat
bagi sesama. Pendidikan bukanlah bertujuan mendapatkan nilai semata,
melainkan mendapatkan bekal demi mendaki kehidupan yang semakin curam.
.
Karena
segala sesuatu pasti akan berlalu, maka kita juga harus berani
mengucapkan selamat tinggal pada segenap trauma, kemarahan, kebencian,
kesedihan, dan bayang-bayang hantu masa lalu kita. Intinya adalah kita
harus berani “move on.” Orang yang pemberani adalah orang sanggup “move
on.” Segenap beban masa lalu harus ditinggalkan agar kita dapat meraih
masa depan baru yang gemilang. Jika kita masih dijerat oleh masa lalu,
bagaimana mungkin kita dapat bergerak memasuki gerbang masa mendatang
yang gemilang?
.
Selamat Tahun Baru 2017 bagi yang merayakannya. Selamat tinggal sahabat lama Tahun 2016! Selamat datang sahabat baru Tahun 2017!
Karena
merupakan alumni Sekolah Nasional Karangturi, maka pada kesempatan kali
ini saya akan meringkaskan sejarah sekolah tersebut, yang diambil dari
buku berjudul “Buku Peringatan 1929-1954 25 th Chung Hwa Hui Semarang.”
Cikal
bakal Sekolah Nasional Karangturi adalah H.C.S. Chung Hwa Hui yang
didirikan pada tahun 1929. Berdirinya sekolah tersebut adalah berkat
jasa pengumpulan atau penggalangan dana oleh Bapak The Sien Tjo. Beliau
dalam waktu cepat dapat mengumpulkan Dana Sekolah (schoolfonds) sebesar F
10.000 (sepuluh ribu Gulden). Ada pun para dermawan saat itu antara
lain:
.
1) Liem Siong Liang.
2) Liem Ing Hok.
3) Tan Tek Peng.
4) Tan Tiong Hie.
5) Oei Tjong Hauw.
6) Liem Bwan Tjioe.
dan lain-lain.
.
Sekolah
HCS. Chung Hwa Hui resmi dibuka pada tanggal 1 Juli 1929, dengan
menempati sebuah rumah di Jalan Seteran 56, Semarang. Kini nomor rumah
tersebut diganti menjadi 180. Jumlah siswanya hanya kurang lebih 20
orang. Atas keputusan Komisi Sekolah, maka sekolah diawali dengan sebuah
kelas yang dinamakan Voorklas.
.
Guru
pertamanya adalah Nona A. Vervoorn, seorang guru Neutral school di
Semarang. Namun, ia hanya sempat mengajar beberapa bulan dan meminta
cuti karena sakit. Sebagai penggantinya adalah Nona Rika Go. Tetapi, ia
juga tidak lama mengajar dan digantikan oleh Njonja Kiemeney Lebert.
Selanjutnya, bergabung seorang guru lagi bernama Nona Tjoa Etty, yang
pernah bekerja di Blitar dan Salatiga.
.
Para
guru yang silih berganti tersebut meski tidak mengganggu proses belajar
mengajar, namun merepotkan para pengurusnya. Adapun dewan pengurus yang
terbentuk tanggal 1 Juni 1929 susunannya adalah sebagai berikut:
.
Ketua: The Sien Tjo.
Penulis: Liem King Djwan (K.D. Liem).
Bendahara: Tan Kong Tam
Komisaris: Mr. Jau Keng Hong.
.
Semenjak tanggal 1 Juli 1931, Sekolah HCS. Chung Hwa Hui telah mempunyai tiga orang guru; yakni:
.
Nyonya Hidayat mengajar Voorklas.
Nona Tjoa Etty mengajar kelas 1.
Nyonya F. S. van Beuzekom de Bruyn mengajar kelas 2.
.
Pada
tanggal 1 Juli 1932, sekolah dipindahkan ke Jalan Plampitan 37, dimana
tanggal 25 September 1932 berpindah lagi Jalan Karangturi 260 (kini Jl.
MT. Haryono 752-756). Gedung masih ditempati hingga saat ini, namun
hanya untuk TK dan SD saja. Sekolah HCS. Chung Hwa Hui makin mendapatkan
kepercayaan masyarakat dan juga pemerintah Hindia Belanda. Berdasarkan
keputusan residen Semarang yang ditetapkan melalui besluit tertanggal 28
Juni 1932, nomor 108/L, voorklas-voorklas (kelas pendahuluan) HCS I
Mlaten, HCS II Siwalan, dan HCMS Sidodadi diserahkan pengelolaannya pada
HCS Chung Hwa Hui.
Kini
HCS Chung Hwa Hui telah mempunyai empat kelas, sehingga dirasa perlu
mengangkat seorang guru kepala (mungkin sama dengan kepala sekolah di
masa sekarang). Oleh karenanya, Tuan H. Schroo lantas diangkat sebagai
guru kepala, dimana ia merupakan mantan guru HBS Semarang serta banyak
menulis buku biologi untuk tingkatan MULO dan sekolah rendah (SD).
Kendati demikian, Beliau wafat pada tahun 1935. Selanjutnya, yang pernah
menjabat sebagai guru kepala HCS Chung Hwa Hui adalah:
.
1) Tuan C. M. van Giessen, mantan guru kepala HCS I, dari 1 Agustus 1935-1939. Setelah itu, Beliau cuti ke Negeri Belanda.
Pada
tanggal 1 Agustus 1936 HCMS Sidodadi ditutup dan berdasarkan besluit
Dir. O & E tanggal 20 Maret 1936 No. 8026/B sekolah tersebut
diserahkan pengelolaannya pada HCS. Chung Hwa Hui. Guru-gurunya dapat
dipilih sendiri oleh Chung Hwa Hui dan selain itu mendapatkan fasilitas
gedung sekolah dengan sistim sewa beserta bantuan alat-alat sekolah dari
pemerintah.
Peristiwa
penting lain, semasa ini adalah dipersamakannya HCS Chung Hwa Hui
dengan sekolah pemerintah berdasarkan besluit Dir. O & E
tertanggal 28 November 1936 nomor 36477/ B. Dengan demikian, guru
kepalanya berhak memberikan surat keterangan (semacam ijazah)
melanjutkan ke HBS dan MULO.
.
2) Tuan Jo Song Kien, guru kepala HCS di Menado yang diperbantukan pada HCS Chung Hwa Hui, dari 11 September 1939-31 Juli 1940.
.
3)Tuan
C.M. van Giessen, sekembalinya dari Negeri Belanda, menjabat kembali
sebagai guru kepala mulai dari 1 Juni 1940 hingga 1 Maret 1942.
Pada
masa ini jumlah murid telah mencapai 713 siswa. Jadi telah terjadi
peningkatan yang cukup drastis, yakni dari 20 pada awal dibukanya
sekolah menjadi 713 pada tahun 1941. Pada tahun 1937, ujian memasuki HBS
dan MULO menghasilkan tingkat kelulusan yang sangat tinggi, sehingga
sekolah ini makin dipercaya oleh masyarakat.
Masih
pada tahun 1941, atau tepatnya semenjak tanggal 1 Agustus 1941, HCS
Chung Hwa Hui dibagi menjadi 2 sekolah, yakni karena banyaknya siswa.
Kedua sekolah itu masing-masing diberi nama A dan B. Sekolah A yang
terletak di Sidodadi dengan Tuan C.M. van Giessen sebagai guru
kepalanya. Sementara itu Sekolah B berada di Karangturi dengan Mr. Oei
Boen Kong sebagai guru kepalanya.
.
Semasa
pendudukan Jepang (1942-1945), sekolah HCS. Chung Hwa Hui berada di
bawah pengawasan Semarang Kakyo Sokai bagian Pendidikan dan Pengajaran.
Ketika itu para pengurusnya adalah sebagai berikut:
.
Ketua: Bapak The Sien Tjo.
Wakil Ketua: Bapak K. D. Liem.
Guru Kepala: Bapak Oei Boen Kong.
.
Setelah
zaman kemerdekaan, maka HCS. Chung Hwa Hui dibuka kembali pada tanggal 1
April 1946 dengan nama Karangturischool dan dijadikan sekolah negeri.
Kendati demikian, namanya dikembalikan menjadi HCS. Chung Hwa Hui
semenjak tanggal 1 Agustus 1948 dan disahkan dengan besluit Dir. O. K.
W. tertanggal 7 Februari 1949, nomor 3751/B. Sekolah juga dikembalikan
pada Chung Hwa Hui, kendati demikian para gurunya tetap mendapat
kedudukan sebagai pegawai negeri. Hanya saja mereka berhak memilik
guru-guru sendiri. Ketika itu, Chung Hwa Hui meminta kembali gedung
sekolah di jalan Sidodadi nomor 8 karena gedung itu telah disewa
semenjak tahun 1936. Tetapi permintaan ini ditolak.
.
Sekolah
Menengah Pertama (SMP) mulai dibuka pada tanggal 1 Agustus 1950 dengan
lima kelas. Sementara itu, para guru yang mengajar adalah Bapak Oei
Boen Kong, Bapak Oei Thiam Lee, Ibu Oei Thiam Lee, Bapak Njo Hok Djien,
Bapak Tjia Siok Tjing, Oei Liang Nio, beserta Hsu Ying Tsiang, selaku
guru bahasa Mandarin. Sekolah makin berkembang dengan diadakannya enam
kelas SMP dan satu kelas SMA pada tahun 1951-1952. Para gurunya
bertambah dengan kehadiran Ibu Lo Khoen Giok dan Bapak Yap Kie Siang
untuk SMP. Sementara itu, Bapak Harsono bergabung untuk mengajar SMA.
.
Yayasan Sekolah Chung Hwa Hui didirikan pada tahun 1950. Dengan susunan pengurus sebagai berikut.
.
Ketua: Bapak The Sien Tjo.
Penulis: Bapak K.D. Liem.
Bendahara: Bapak Koo Swan Ik.
Komisaris: Bapak Liem Siauw Tjong dan Bapak Lie Boen Liem.
.
Sebagai kepala sekolah tetap dijabat oleh Bapak Oei Boen Kong.
.
Demikian
sekilas sejarah Sekolah Nasional Karangturi hingga era 1950-an, yakni
kurun waktu yang dicakup dalam artikel pada buku tersebut. Saya belum
menemukan literatur mengenai sejarah Sekolah Nasional Karangturi dalam
era-era selanjutnya.
There is only one earth That we share together It's big enough for us Protect it is a must
.
There is only one world That every beings have Hand in hand like a chord Everybody should peacefully behave
.
The new year coming soon But our one world is old Under shaddy light of moon Let's we hold our earth like gold
.
One world One humanity Share our earth each other Everybody love each other