Senin, 08 Agustus 2016

KERETA API YANG MENGUBAH JALANNYA SEJARAH DUNIA

KERETA API YANG MENGUBAH JALANNYA SEJARAH DUNIA.
.
Ivan Taniputera. 
7 Juli 2016
.
Malam itu, sebuah kereta api berjalan terseok-seok melintasi jantung benua Eropa. Ketika itu, Perang Dunia I sedang berkecamuk dengan hebatnya. Berangkat dari Zürich, Swiss, kereta itu melintasi Jerman, Swedia, dan akhirnya tiba Petrograd, Rusia. Kereta api itu akan menentukan jalannya sejarah dunia berdasawarsa-dasawarsa kemudian. Di dalamnya ternyata terdapat penumpang yang akan menjadi salah satu penentu berputarnya roda sejarah. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Vladimir Ilyich Ulyanov atau yang lebih dikenal sebagai Lenin.
.
Lenin terpaksa meninggalkan negaranya karena menentang czar Rusia. Ia hidup di pengasingannya, yakni di Swiss, semenjak 1900. Perang Dunia I pecah pada tahun 1914. Kekaisaran Jerman (Deutsches Reich, German Empire) dengan sekutunya Kekaisaran Austria Hongaria melawan Rusia beserta sekutu-sekutunya. Jerman ketika itu terpaksa berperang di dunia medan, yakni barat dan timur, sehingga sangat terkuras tenaganya.
.
Rusia, musuh Jerman, juga terkuras segenap sumber dayanya, sehingga mengalami kelaparan. Februari 1917, pecah revolusi di Petrograd. Para pekerja mogok karena kekurangan makanan dan merosotnya industri Rusia. Kekacauan pecah di mana-mana. Pemerintahan czar Rusia sudah kehilangan wibawanya. Lenin memandang hal ini sebagai kesempatan turut serta mengorganisasi massa menumbangkan czar.
.
Namun perjalanan pulang ke Rusia harus melewati wilayah Jerman, dimana jalur kereta api ke sana ditutup akibat perang. Menyadari bahwa Lenin beserta tiga puluh satu kaum revolusioner lainnya berpeluang menumbangkan czar Rusia, sehingga meringankan beban Jerman di medan perang Timur, pemerintah Jerman lantas melakukan perjudian politik berbahaya. Mereka memberikan izin khusus bagi Lenin beserta istri dan kawan-kawannya melintasi wilayah Jerman.
.
Demikianlah, kereta itu melaju di tengah-tengah gejolak perang. Setibanya kembali di tanah airnya, Lenin berhasil mengorganisasi para pendukungnya, yang dikenal sebagai kaum Bolshevik. Singkat cerita, setelah melalui serangkaian pergolakan berdarah, Rusia akhirnya menjelma menjadi Uni Sovyet.
.
Kereta api itu telah menjadi penentu sejarah. Jika pemerintah Jerman tidak memberikan izin bagi Lenin melintasi wilayahnya, maka kemungkinan besar tidak akan ada Perang Dingin, tidak akan ada Tembok Berlin, tidak akan ada Perang Vietnam, tidak akan ada Korea Utara dan Selatan, Jerman tidak akan terbagi dua. Tidak akan ada Republik Rakyat China. Jutaan rakyat Kamboja tidak akan mati sia-sia di bawah Pol Pot.
.
Jika Lenin tidak kembali ke Petrograd, kemungkinan skenario-skenario ini yang akan terjadi. Rusia bisa saja tetap menjadi kekaisaran, walaupun peluangnya kecil. Czar Nicholas II sudah pasti akan turun tahta dan digantikan oleh saudaranya, Adipati Agung (Grand duke) Michael. Namun pada kenyataannya, parlemen (duma) menolak hal tersebut dan Adipati Agung Michael sendiri juga menyatakan ketidak-sediaannya menjadi czar. Dengan demikian, kecil sekali peluang sistim kekaisaran atau monarki dapat bertahan. Kemungkinan lain yang lebih masuk akal adalah Rusia akan menjadi republik, seperti Jerman dan Austria, dengan Alexander Kerensky menjadi presiden atau perdana menterinya. Namun yang pasti dunia tidak akan mengalami Perang Dingin.

Jumat, 22 Juli 2016

SEKELUMIT KISAH SEPUTAR RUNTUHNYA TEMBOK BERLIN

SEKELUMIT KISAH SEPUTAR RUNTUHNYA TEMBOK BERLIN.
.
Ivan Taniputera.
22 Juli 2016.
.
Saat saya menginjakkan kaki di Jerman pada tahun 1993, Tembok Berlin memang sudah runtuh empat tahun sebelumnya (1989). Namun pascakeruntuhan Tembok Berlin menyisakan berbagai kisah menarik. Agar tidak lupa saya akan menuliskan beberapa kisah tersebut. Sebelumnya saya akan mengulas terlebih dahulu apa yang dimaksud Tembok Berlin dan bagaimanakah sejarahnya.
.
Tembok Berlin atau dalam bahasa Jerman disebut Berliner Mauer merupakan tembok yang dibangun oleh pemerintah Jerman Timur (disebut juga Republik Demokrasi Jerman atau Deutsche Demokratische Republik-disingkat DDR) mengelilingi wilayah Berlin Barat agar warganya tidak melarikan diri ke kawasan tersebut. Berlin Barat adalah wilayah Jerman Barat (disebut juga Republik Federal Jerman atau Bundesrepublik Deutschland-disingkat BRD) yang berada di tengah-tengah wilayah Jerman Timur. Untuk jelasnya silakan perhatikan peta sebagai berikut.
.

.
Agar dapat memahami peta di atas, maka kita perlu sedikit mengulas sejarahnya. Jerman mengalami kekalahan pada Perang Dunia II dan wilayahnya diduduki oleh Sekutu. Wilayah Jerman secara keseluruhan dibagi menjadi empat daerah pendudukan, yakni zona pendudukan Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Uni Sovyet. Sementara itu, ibu kota Berlin yang terletak di tengah-tengah zona pendudukan Uni Sovyet juga diduduki secara bersama-sama oleh empat kekuatan pemenang perang. Dengan demikian, Berlin juga dibagi menjadi empat zona pendudukan, sebagaimana telah disebutkan di atas.
.
Kendati perang dunia yang berdarah-darah telah usai, ternyata benih-benih permusuhan baru akan segera muncul, yakni antara kubu Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis dengan kubu Uni Sovyet. Kelak perang ini akan disebut Perang Dingin.
.
Belakangan, zona pendudukan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis digabungkan menjadi Republik Federal Jerman atau Jerman Barat. Sedangkan zona pendudukan Uni Sovyet diproklamirkan menjadi Republik Demokrasi Jerman atau Jerman Timur, yang tentunya dengan dukungan Uni Sovyet. Dengan berdirinya kedua negara ini, maka Berlin Barat yang merupakan bagian Jerman Barat menjadi semacam pulau (enclave) dikepung atau dikelilingi oleh wilayah Jerman Timur.
.
Jerman Timur menjadi negara totaliter dengan SED (Sozialistische Einheitspartei Deutschland) yang berhaluan komunis menjadi partai penguasa di sana. Karena kehidupan yang serba terkekang banyak warganya ingin melarikan diri ke Barat, terutama dari Berlin Timur ke Barat. Demi mencegah warganya melarikan diri, maka pemerintah Jerman Timur membangun tembok mengelilingi Berlin Barat. Begitulah sejarah asal mula berdirinya Tembok Berlin yang oleh sebagian sejarawan dijadikan tonggak awal Perang Dingin. Barangsiapa yang berani menyeberangi tembok itu akan ditembak atau mengalami nasib mengerikan. Banyak korban berjatuhan karena nekat menyeberangi tembok tersebut demi mendapatkan kebebasan di Barat.
.
Jerman baru bersatu kembali tahun 1989. Tembok Berlin runtuh. Runtuhnya Tembok Berlin dan bersatunya kembali Jerman ini tidak terlepas dari peranan Gorbachev yang meluncurkan glasnost dan perestroika. Uni Sovyet tidak bersedia lagi mendukung rezim Jerman Timur yang represif. Demonstrasi besar-besaran menuntut demokrasi meledak di berbagai kawasan Jerman Timur. Mereka menuntut kebebasan dan ketika gelombang prodemokrasi tak terbendung lagi, pemerintah Jerman Timur terpaksa menyerah pada kehendak rakyatnya. Tindakan represif tidak lagi dapat menahan dambaan warganya dalam menghirup kebebasan. Jerman Timur atau DDR ambruk dan kini tinggal kenangan. Perbatasan kedua negara dapat dilalui dengan bebas.
.
Berikut ini adalah kisah yang dituturkan oleh kawan-kawan mahasiswa senior, dimana mereka sudah lebih dahulu berada di Jerman dan sempat menjadi saksi mata runtuhnya Tembok Berlin.
.
Pada hari pembukaan tembok, warga Berlin Timur berbondong-bondong datang ke Berlin Barat dan mereka masing-masing menerima Uang Selamat Datang (Begrussungsgeld) kalau tidak salah sebesar 10 DM. Mereka lalu menyerbu toko-toko di Berlin Barat guna membelanjakan uang tersebut. Hari itu kota Berlin begitu ramainya. Barang-barang yang di Barat dipandang biasa saja, ternyata dianggap kemewahan bagi mereka. Perbedaan antara Jerman Barat dan Timur bagaikan bumi serta langit. Barang-barang di toko segera ludes pada hari itu.
.
Salah satu barang atau tepatnya makanan yang diburu oleh penduduk Berlin Timur adalah pisang. Mereka sering melihat pisang tetapi tidak pernah memakannya. Hampir sebagian besar pisang di Jerman Timur diekspor dan warganya sama sekali tidak kebagian. Barangkali yang dapat menikmatinya hanya para elit partai SED. Nampak sekali suasana kegembiraan yang meluap-luap karena mereka mendapatkan kebebasan setelah dikekang selama hampir empat dasawarsa.
.
Kesempatan itu menjadi momen bersatunya kembali para anggota keluarga yang tercerai berai akibat pembangunan Tembok Berlin. Saya pernah mendengar cerita mengenai seseorang yang saat pulang dari tempat kerjanya di Berlin Barat tidak dapat pulang lagi ke rumahnya di Berlin Timur karena tembok sudah berdiri. Begitu pula sebaliknya.
.
Saat saya berada di Jerman, perbedaan antara timur dan barat ini masih terasa. Di kawasan Jerman Timur masih banyak jalan yang rusak dan berlubang-lubang. Telepon umum di kawasan Jerman Timur masih menggunakan sistim analog, sedangkan di Barat sudah menggunakan digital. Jika kita memandangnya akan terasa sekali kontrasnya. Wilayah Jerman Timur masih terkesan kumuh.
.
Perbedaan lain yang menyolok adalah dalam hal mobil. Mobil penduduk Jerman Timur terkesan sangat kuno dan ketinggalan zaman. Di Jerman Timur, orang hanya dapat memiliki satu jenis mobil saja yang disebut Trabant (atau dalam bahasa percakapan disebut Trabi). Itu pun harus mengantri selama bertahun-tahun. Bandingkan dengan di Jerman Barat yang terdapat berbagai merk mobil, seperti Mercedes Benz, Porsche, dan Audi. Semuanya merupakan merk-merk mobil kelas dunia.
.
Tidak semua orang Jerman, terutama warga Jerman Barat, menyukai penyatuan ini, karena pajak mereka dipergunakan membangun bekas wilayah Jerman Timur yang masih jauh tertinggal. Menurut informasi seorang sahabat yang baru saja pulang dari mengunjungi Berlin, sekarang hasil pembangunan ini sudah tampak nyata. Berlin Timur menjadi kota yang sangat maju. Pada masa saya masih kuliah di Jerman, Berlin Timur mempunyai predikat buruk sebagai sarang skinheads atau kelompok anti orang asing yang sangat rasialis, dimana mereka juga disebut kaum Neonazi. Sebagai tambahan, bangkitnya Neonazi merupakan salah satu dampak buruk penyatuan kedua Jerman. Pemuda-pemuda Jerman Timur yang menganggur karena kalah dalam persaingan dunia kerja mengambing hitamkan orang asing sebagai penyebab kemalangan mereka.
.
Namun Berlin semakin berbenah diri dan bahkan dijadikan kembali ibukota Jerman. Pembangunan benar-benar digalakkan.
.
Sebagai penutup, dahulu kepingan Tembok Berlin yang sudah dihancurkan itu sempat dijadikan suvenir atau kenang-kenangan bagi para turis yang berkunjung ke sana. Tetapi katanya ada juga yang palsu. Saya sempat mengambil sendiri sisa-sisa hancuran Tembok Berlin tersebut. Caranya dengan memukul-memukul tembok itu dengan batu dan butiran-butiran hancurannya saya tampung. Sayangnya sisa-sisa tembok tersebut sudah hilang entah ke mana.
.
Demikianlah sedikit catatan mengenai seluk beluk Tembok Berlin berserta sejarahnya.

Senin, 20 Juni 2016

RENUNGAN BUAH CERI DAN PUDING: SUATU TELAAH FILSAFAT KULINER

RENUNGAN BUAH CERI DAN PUDING: SUATU TELAAH FILSAFAT KULINER.
.
Ivan Taniputera.
18 Juni 2016
.

.
Hari ini saya akan mengajak para pembaca sekalian merenungkan mengenai buah ceri dan puding yang barangkali dapat mendatangkan manfaat dalam kehidupan ini. Jikalau kita mencoba memandang dunia dari sisi buah ceri sebagaimana tampak pada gambar di atas, maka wawasan buah ceri itu hanya akan sebatas puding dan pinggiran gelas. Apabila buah ceri tidak bersedia meluaskan wawasannya, maka hanya sebatas itu sajalah jangkauan pandangannya. Ia hanya akan dibatasi oleh puding dan tepian gelas saja. Tetapi jika ia bersedia memandang lebih jauh dari semua itu, maka wawasannya juga akan luas.
.
Begitu pula orang yang tidak bersedia meluaskan jangkauan pandangannya akan mempunyai wawasan sempit dan terbatas. Wawasan semacam itu hanya akan mengakibatkan keterbatasan bagi diri sendiri dan kegagalan memahami segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih besar.
.
Bagi ceri tersebut segala sesuatu hanya dinilai berdasarkan puding dan tepian gelas. Ia mungkin tidak mengetahui bahwa masih banyak makanan pencuci mulut lainnya, seperti es krim, es campur, nagasari, klepon, dan lain sebagainya. Ia akan menganggap bahwa satu-satunya yang ada dan benar adalah puding dan tepian gelas selaku pembatas cakrawala pemahamannya. Pandangan sempit bisa mengakibatkan fanatisme membuta yang tidak jarang menimbulkan bahaya besar bagi dunia ini.
.
Salah satu perwujudannya adalah nasionalisme sempit dan xenofobia, yang telah memicu perang-perang besar; begitu pula dengan penganiayaan karena agama. Agama yang seharusnya mendatangkan perdamaian dan kebahagiaan bagi umat manusia justru mengakibatkan pertumpahan darah. Semuanya diakibatkan oleh ketidak mampuan meluaskan wawasan kita.
.
Misalkan ada ceri lain yang telah melanglang dapur dan seluruh rumah makan tersebut datang serta masuk ke dalam gelas tersebut, lalu berkata pada ceri pertama bahwa masih terdapat hal-hal selain puding dan tepian gelas, maka mungkin sekali ceri pertama tadi akan melabeli ceri kedua sebagai sesat. Hal-hal di luar puding dan tepian gelas dianggap sebagai tidak masuk akal oleh ceri pertama. Ceri kedua tadi pastilah sesat atau gila karena mengatakan sesuatu yang tidak ada dari sudut pandang ceri pertama. Jika ceri pertama cukup beruntung, maka ia akan bersedia dan berani keluar dari gelas serta menjelajah sendiri seluruh dapur dan rumah makan, bila perlu seluruh dunia beserta jagad raya, barulah dengan demikian ia akan memahami keterbatasan pandangannya selama ini.
.
Namun berapa banyak umat manusia yang seberuntung dan seberani ceri pertama tadi? Seberapa banyak di antara umat manusia berani keluar dari kungkungan batasan cakrawala pemahamannya selama ini? Marilah kita renungkan.

Sabtu, 14 Mei 2016

PELAJARAN BERHARGA DARI TEKA-TEKI LABIRIN INI

PELAJARAN BERHARGA DARI TEKA-TEKI LABIRIN INI
.
Ivan Taniputera.
14 Mei 2016
.
Beberapa waktu yang lalu saya menampilkan teka teki labirin berikut ini.
.




.
Carilah jalan dari tanda panah hijau bertulisan “mulai” menuju ke “tujuan” di bagian tengah. Semua orang yang mencoba memecahkan teka-teki ini mengalami kebuntuan. Sebenarnya, tujuan teka-teki labirin ini adalah mengajak kita semua merenungkan beberapa pelajaran berharga.
.
Sebelumnya, saya akan memuat terlebih dahulu gambar jawaban teka-teki labirin di atas.
.



Jadi jelas sekali, jika Anda cermat dan sanggup menemukan garis-garis berwarna biru di atas, maka nampak bahwa “tujuan” itu mustahil dicapai. Bagian “tujuan” itu sebenarnya tertutup atau terhalang dari semua sisi. Dengan demikian, “tujuan” itu tidak mungkin dicapai dari mana pun juga (dalam hal ini dari arah luar). Garis berwarna oranye memperlihatkan bahwa ke arah mana pun Anda bergerak, akhirnya akan kembali ke titik “mulai” lagi.
.
Apakah pelajaran yang dapat kita ambil?
.
Pertama, banyak orang (atau mungkin semua orang) menjadikan “kebahagiaan” sebagai tujuan dalam hidupnya. Siapakah yang tidak ingin bahagia? Namun tidak sedikit orang menjadikan sesuatu di luar dirinya sebagai sumber kebahagiaan. Aku akan merasa bahagia kalau sudah mempunyai ini atau itu. Tetapi semua itu, ternyata tidak menjadikannya bahagia, karena keinginan manusia itu ibarat sumur tidak berdasar. Meski telah mendapatkan sesuatu, seseorang pasti mendambakan hal lainnya lagi. Sesudah lulus SD, orang ingin lulus SMP. Sesudah lulus SMP, seseorang ingin lulus SMU. Setelah mendapatkan ini, ia ingin mendapatkan itu. Polanya terus berulang bagaikan lingkaran setan. Ia terus terjerumus pada keinginan berikutnya, yakni suatu proses yang berlangsung sepanjang kehidupannya. Tujuan berupa kebahagiaan itu terus menerus ingin dicapainya, namun tidak pernah berhasil. Ia terus menerus berputar-putar mencari tujuan itu, namun anehnya tetap kembali ke titik awal. Hal inilah yang digambar oleh garis-garis oranye pada gambar di atas. Ke manapun Anda pergi, Anda akan tiba pada titik awal.
.
Akhirnya, ia menyadari bahwa kebahagiaan itu tidak bisa dicapai dari luar. Kebahagiaan itu seharusnya sudah ada di dalam, hanya saja terdapat tembok pemisah yang tidak tertembus.
.
Pelajaran kedua, terkadang pemecahan suatu masalah itu justru berada pada titik awal masalah itu sendiri. Ke mana pun Anda berlari mencari pemecahannya, Anda akhirnya pada titik awal pencarian Anda.
.
Begitu pula orang yang mencari suatu pencerahan spiritual, akhirnya harus kembali pada dirinya sendiri. Pencerahan spiritual di luar dirinya adalah sesuatu yang mustahil. Akhir pencarian akhirnya adalah diri sendiri., yakni titik awal pencarian itu sendiri.
.
Demikianlah renungan berharga berasal dari teka-teki labirin ini. Selamat berakhir pekan.

Minggu, 03 April 2016

INVESTASI YANG PALING AMAN

INVESTASI YANG PALING AMAN
-
Ivan Taniputera. 
2 April 2016.
.
.




Gemar beramal (berdana) serta mempunyai moral yang bajik, sanggup mengendalikan hawa nafsu keinginan dan mempunyai kemampuan mengendalikan diri, adalah kumpulan harta terbaik bagi seorang wanita ataupun pria. Harta tersebut dapat diperoleh melalui kebajikan, yang ditujukan pada tempat-tempat ibadah atau komunitas para biarawan (Sangha), terhadap orang lain atau tamu, terhadap Ibu dan Ayah atau seseorang lebih tua usianya. (Nidhikanda Sutta).
.
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada (Matius 6:20-21, LAI).
.
Baru-baru ini di kota kelahiran saya dihebohkan oleh penipuan berupa investasi abal-abal yang merugikan banyak orang. Pelakunya telah melarikan diri dan kasus ini telah dilaporkan pada polisi.
.
Banyak orang tergiur oleh investasi yang menjanjikan keuntungan luar biasa besar. Karena mengharapkan keuntungan dengan mudah tanpa perlu kerja keras itulah banyak orang tertipu dan berakhir dengan penyesalan.
.
Sesungguhnya adakah investasi yang aman dan sanggup menghasilkan keberuntungan besar? Tentu saja ada.
.
Terdapat dua investasi yang menguntungkan dan aman. Yang pertama adalah investasi di ladang kebajikan; sedangkan yang kedua adalah investasi di ladang pengetahuan.
.
Dalam berbuat kebajikan kita tidak mengharapkan suatu hasil atau balasan tertentu. Kita hanya tahu bahwa kebajikan itu adalah sesuatu yang bermanfaat. Apa yang kita tanam tidak ada sesuatu pun dapat merusak atau mencurinya. Kurang aman apa lagi?
.
Pengetahuan yang telah kita tanam dalam diri kita sendiri juga tidak dapat dicuri atau diambil oleh seorang pun. Adalah tidak masuk akal serta mustahil apabila seseorang mencuri apa yang kita ketahui dan sesudah itu kita serta merta tidak mengetahuinya lagi. Adakah yang lebih aman dibandingkan investasi ini?
.
Oleh karenanya, sungguh aneh jika lebih banyak orang memilih investasi yang tidak aman.

Jumat, 01 April 2016

RESEP DASHYAT BEBAS HUTANG

RESEP DASHYAT BEBAS HUTANG
 .
Ivan Taniputera. 
2 April 2016





"Aku adalah sama bagi setiap makhluk, dan cinta kasihKu senantiasa tidak berubah; namun barang siapa yang menyembahKu dengan ketulusan sepenuhnya, Aku di dalamnya, dan ia berada di dalamKu.
Bahkan barangsiapa yang melakukan kejahatan, menyembahKu dengan sepenuh jiwa, ia hendaknya dipandang sebagai pribadi yang bajik, karena niat bajiknya itu.Ia dengan segera menjadi murni dan meraih kedamaian selamanya. 
Sadarilah Arjuna, ia yang mencintaiKu tidak akan mengalami kehancurannya." (Bhagavad Gita, 9:29-31).
.
.
"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Daniel 3:16-18, LAI)
.
,
Banyak orang bertanya pada saya mengenai bagaimana terbebas dari segenap hutang-hutangnya. Banyak orang telah merasa jenuh atas hutang-hutang dialaminya. Mereka ingin cara ampuh dan dashyat membebaskan dirinya dari hutang-hutang tersebut. Mereka menginginkan kehidupan bebas hutang. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini saya akan menulis jawaban bagi pertanyaan tersebut. . Artikel ini akan bersifat universal dan tidak hanya terbatas bagi agama tertentu saja. Bahkan orang tidak beragama sekalipun diharapkan dapat memperoleh manfaat darinya.
.
Pertama-tama, apakah ada resep dashyat bebas hutang? Jawabnya ada! Namun sebelumnya, izinkanlah saya bertanya, sanggupkah Anda mencintai dan mengasihi Buddha, Tuhan, Guru, Dewa, Alam Semesta, atau apa saja yang menjadi tumpuan keyakinan Anda, melebihi kebebasan dari hutang-hutang tersebut? . Jikalau Sosok Suci tersebut tidak membebaskan Anda dari hutang, apakah Anda akan tetap menginginkan dan mencintaiNya?
.
Banyak orang menganut "sistim Hutang-Bayar," artinya ia memuja dan menyembah Sosok-Sosok Suci tersebut dilandasi harapan agar Mereka membalasnya dengan sesuatu. "Aku melakukan ini, maka lakukanlah keingananku sebagai balasan atau pahalanya," demikian yang terlintas dalam pikiran banyak pemuja. Dengan kata lain, Anda membuat Sosok-sosok Suci itu "berhutang" pada Anda dan Anda berharap Mereka "membayarnya." . Mari kita renungkan, jika Anda hidup dalam "sistim Hutang Bayar," maka Anda hidup dalam "dunia Hutang Bayar." Lalu apakah dengan demikian, Anda bisa terbebas dari hutang-hutang Anda? Jika Anda hidup di tengah-tengah air, jika tidak keluar darinya, apakah Anda sanggup terbebas dari air? Kenyataan yang sangat sederhana.
.
Oleh karenanya, jika Anda ingin terbebas dari hutang, maka keluarlah dari "sistim Hutang Bayar." Cintailah Sosok-Sosok Suci itu melebihi kebebasan dari hutang-hutang Anda. Mereka membebaskan dari hutang atau tidak, saya tetap mencintai dan menginginkan Mereka.
.
Dalam berbuat kebaikan. Banyak orang juga terpikir dalam benaknya, jika saya melakukan kebaikan ini, maka saya berharap mendapatkan pahala itu. Ini adalah juga "sistim Hutang Bayar." Tidak dapatkah Anda melakukan kebajikan, hanya semata-mata dengan pandangan bahwa kebaikan itu perlu dilakukan? Tidak dapatkah Anda memberi atau beramal pada orang kelaparan, HANYA semata-mata dengan tujuan agar ia tidak mati kelaparan? Ingatlah bahwa jika Anda hidup dalam dunia Hutang Bayar, maka Anda juga sulit terbebas dari kutukan hutang.
.
Mengubah pola pikir Anda adalah satu-satunya cara ampuh membebaskan diri dari kutukan dan jerat-jerat hutang.
.
Salam bebas hutang! Hari ini juga!

Rabu, 30 Maret 2016

JIWA-JIWA YANG TERSESAT

JIWA-JIWA YANG TERSESAT
.
Karya Ivan Taniputera.
27 Maret 2016


.
Jiwa jiwa yang tersesat
Berbaris di ladang keputus-asaan
Hati membara api kebencian
Menebar teror dan kengerian
Memilih kematian ketimbang kehidupan
Memilih benci ketimbang cinta
Jiwa jiwa yang tersesat
Berbaris di ladang kegelapan
Yang juga ladang pembantaian
Bersimbah darah
Jeritan air mata korban sungguh menyayat
Langkah langkah menuju kehancuran
Dan juga penghancuran
Batin amarah benci penuh kegersangan
Kami hanya mampu berdoa
Jiwa-jiwa tersesat menemukan jalan terang
Ladang kematian menjadi ladang kehidupan
Neraka kebencian menjadi persemaian bunga cinta kasih
Mentari kasih sayang menerangi
Tiada lagi kehancuran dan penghancuran terjadi
Mata hati penuh cinta kasih itulah tujuan bersama
Bagaimana engkau dapat mengharap surga
Bila yang kau ciptakan adalah neraka?